21 Tahun Kopdit Sumber Kasih Tangeb
JUMAT 17 April 2015 lalu Kopdit Sumber Kasih Tangeb genap berusia 21 tahun. Tak ada acara megah mewah melainkan sederhana saja. Acara yang dimulai pukul 16.00 Wita itu dihadiri oleh Pengurus, Pengawas dan Manajemen. Namun kemeriahan tetap terpancar dari acara yang diakui oleh Menejer I Gusti Ngurah Rai Gregorius hanya kecil-kecilan saja.
Acara diawali dengan doa yang dipandu oleh Matias Sugeng Prihatin, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Koperasi, mengumandangkan Visi Misi dan acara sapaan kasih.
Sapaan kasih pertama disampaikan oleh Ketua Kopdit Sumber Kasih Tangeb Drs. Nyoman Marsina. Katanya di usia 21 tahun ini Kopdit Sumber Kasih Tangeb pantas mengenang para pendiri baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal seperti almarhum Sebastianus Hayong, Antonius Wayan Langgeng dan lain-lain. Katanya, usia 21 tahun ibarat anak gadis yang telah siap reproduksi. Namun Kopdit Sumber Kasih Tangeb sampai saat ini baru berhasil membuka dua tempat pelayanan. Ia mengatakan, jika ada jalinan kerja sama yang harmonis antara Pengurus, Pengawas dan Manajemen maka Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan menuai keberhasilan.Menurut Marsina, jika diibaratkan dengan pohon, maka di usia 21 tahun ini harus sudah menghasilkan buah yang berlimpah. Namun ia mengajak sesama pengurus dan pengawas, terutama manajemen untuk tidak pesimistis. Yang harus dilakukan adalah meningkatkan semangat kebersamaan, saling percaya, saling mengisi. Dengan cara ini maka Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan menuai keberhasilan. Ia berharap agar para pengelola menjauhkan sikap menyombongkan diri dan terus memupuk harmoni serta masing-masing berperan maka Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan maju. Dengan tim kerja yang solid maka persoalan apapun pasti bisa diselesaikan.
Yang juga ditekankan adalah supaya para pengelola Kopdit Sumber Kasih Tangeb selalu mawas diri. Hal ini karena pengelola koperasi mengelola uang miliaran rupiah. Katanya, megelola uang miliaran rupiah itu membuat ketar-ketir. Namun dirinya punya mimpi Kopdit Sumber Kasih Tangeb akan menjadi besar dengan cara kerja yang jujur, mengabdi dan membagi kasih. Ia juga menyinggung soal kesejahteraan karyawan.” Kita berupaya agar gaji karyawan ditingkatkan. Untuk itu asset harus ditingkatkan dengan kerja cerdas dan kerja cermat”, ujarnya.
Sedangkan Ketua Pengawas Antonius Parmo mengatakan usia 21 tahun ibarat anak kuliah sudah semester VII, sudah mendekati sarjana. Artinya sudah mulai dewasa. Selama 21 tahun Kopdit Sumber Kasih Tangeb mengalami proses, ada suka dan duka, ada konflik, dan banyak masalah. Namun berkat kerjasama maka konflik ataupun masalah bisa diselesaikan. Ia menilai sejak Kopdit Sumber Kasih Tangeb dikelola dengan koordinasi Menejer maka berbagai keberhasilan sudah dicapai. Menejer sudah berhasil membangun komitmen bersama.Ia berharap agar Pengurus, Pengawas dan Manajemen tetap berkomitmen menyejahterakan karyawan. Ada hal lain yang diingatkan yakni supaya manajemen berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, karena kalau pernyataan itu salah dan menyinggung perasaan bisa menyebabkan anggota keluar. Apalagi sat ini banyak koperasi sehingga harus saling bersaing.
Salah seorang pendiri Kopdit Sumber Kasih Tangeb Ir. A Wayan Puger,MS pada kesempatan tersebut mengatakan sangat bersyukur karena Kopdit Sumber Kasih Tangeb telah mencapai usia 21 tahun. Menurutnya dengan usia 21 tahun ini maka pengelola harus berpikir positif, bercakap pada tempatnya, bertindak tepat dan berkarakter menawan. Ia meminta manajemen untuk terus mengembangkan Kopdit Sumber Kasih Tangeb.”Manajemen silahkan mengembangkan koperasi ini. Momentum 21 tahun ini harus dijadikan daya ungkit untuk mencapai berbagai kemajuan”, ujarnya.***gus